“Kita melihat peningkatan angka obesitas dan hasilnya dapat kita lihat dari survei kesehatan dasar yang dilakukan di Indonesia… di mana kita dapat melihat peningkatan jumlah penderita penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular, kanker dan juga gagal ginjal dan diabetes,” kata Diah.
Menurut Saminarsih, belum jelas mengapa perempuan Indonesia memiliki tingkat obesitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Tetapi ia menunjuk peran tradisional perempuan di banyak keluarga di Indonesia, sebagai salah satu faktor.
“Mereka memasak, memberi makan anak-anak, kemudian mereka tinggal di rumah atau menjemput anak-anak dari sekolah, dan kemudian mereka bekerja di sela-sela kesibukan itu. Jadi, mereka mempunyai banyak peran dalam masyarakat dan mungkin mereka lebih banyak bersosialisasi dibandingkan dengan laki-laki. Dan ketika kita bersosialisasi, kita makan lebih banyak,” kata Dian.
Sementara itu, berat badan Yuliana sudah turun tujuh kilogram dalam tiga setengah bulan terakhir. Dia berolahraga secara teratur dan makan lebih banyak makanan bergizi.
Perubahan gaya hidup seperti itulah yang diharapkan para penganjur kesehatan akan mendapatkan momentum. [Red]#VOA







