“Situasi ekonomi Sri Lanka membaik secara bertahap,” kata IMF dalam sebuah pernyataan. “Mempertahankan momentum reformasi adalah hal yang kritis.”
IMF menyebut bahwa Sri Lanka telah mencatatkan pertumbuhan dalam tingkat sedang sebesar 1,6 persen dan 4,5 persen tahun-ke-tahun di kuartal ketiga dan keempat tahun lalu, setelah mengalami kontraksi sejak kuartal pertama 2022.
Dia mengharap rupee akan menguat menjadi 280 terhadap dolar AS, naik dari 360 rupee pada puncak krisis lalu.
Wickremesinghe juga mengatakan pada awal bulan ini, bahwa dia mengharapkan sjeda pembayaran utang asing hingga 2028.
Pembayaran utang tahunan Sri Lanka secara resmi diperkirakan mencapai 6 miliar dolar AS.








