Lebih jauh, Brigjen Trunoyudo menyoroti konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan) sebagai wujud transformasi Polri ke arah yang adaptif dan partisipatif. Konsep ini saat ini telah membentuk empat pilar kunci: transformasi organisasi, operasional, pelayanan publik, dan pengawasan.
Transformasi tersebut kini diperluas dengan dukungan terhadap visi pembangunan nasional, salah satunya melalui program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir di sektor strategis lain seperti pangan. Melalui Bakomsus dari latar belakang pertanian dan gizi, kami dorong gerakan desa mandiri pangan,” jelasnya.
Ia merinci bahwa hingga kini, Polri telah membangun 90 unit Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG). Sebagian sudah beroperasi, sebagian dalam verifikasi, dan sisanya sedang dalam tahap pembangunan, termasuk melalui kolaborasi bersama Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB).








