Menanggapi hal itu, Nanik memerintahkan koordinator wilayah untuk melakukan verifikasi lapangan dan mendata dapur MBG yang terdampak. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab laporan keuangan tetap berada di tangan pengelola dapur, sehingga tidak boleh ada kompromi terhadap praktik manipulatif.
“Kalau ada mitra yang terbukti mark-up harga dan memonopoli supplier, saya pastikan akan kami suspend,” tegasnya.
Nanik juga mengingatkan bahwa dapur MBG wajib memberdayakan kelompok tani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal sebagai pemasok utama. Ia menolak keterlibatan koperasi bentukan mitra yang hanya dijadikan alat untuk mengakali regulasi.








