Hamas Bebaskan 3 Sandera Lagi dalam Gencatan Senjata dengan Israel

  • Whatsapp
Ofer Kalderon, warga Israel yang disandera Hamas di Gaza sejak 7 Oktober 2023, melambaikan tangan sebelum Hamas menyerahkannya ke pihak Palang Merah di Khan Younis, Gaza selatan, 1 Februari 2025. (Foto: AP)

Kalderon diculik Hamas dari Kibbutz Nir Oz bersama kedua anaknya. Mantan istrinya, Hadas Kalderon, juga ditawan, tetapi dibebaskan bersama anak-anak mereka dalam pertukaran sandera pada 2023.

Dalam pertukaran tawanan keempat pada hari ini, Israel pada awalnya setuju untuk membebaskan 90 tahanan pada Sabtu (1/2). Namun, kelompok advokasi Palestina menyebut jumlah itu diperbaharui menjadi 183, yang diharapkan dibebaskan pada hari yang sama.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hamas membebaskan delapan sandera, termasuk tiga warga negara Israel dan lima warga negara Thailand, pada Kamis. Pada hari yang sama, Israel juga membebaskan 110 tahanan Palestina, termasuk 32 orang yang sedang menjalani hukuman seumur hidup karena melakukan serangan maut terhadap warga Israel.

Dengan adanya kesepakatan gencatan senjata, lebih dari 423.000 warga Palestina berhasil kembali ke Gaza utara. Militer Israel sebelumnya memerintahkan mereka untuk meninggalkan wilayah tersebut pada tahap awal perang Israel-Hamas pada Oktober 2023.

Dalam konferensi pers di Jenewa pada Jumat, Program Pangan Dunia PBB atau WFP memberikan informasi terkini mengenai upaya pengiriman bantuan ke Gaza. Direktur WFP untuk Palestina, Antoine Renard, mengungkapkan bahwa sejak perjanjian gencatan senjata dimulai pada 19 Januari, badan tersebut berhasil mengirimkan lebih dari 32.000 metrik ton makanan ke Gaza.

Ia mengatakan jumlah itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan yang dikirimkan pada Desember dan tiga kali lipat dibandingkan Oktober. Renard juga menyebutkan bahwa WFP berhasil menjangkau 300.000 orang sejauh ini.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Lebanon pada Jumat, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyerukan penarikan penuh pasukan Israel dari Lebanon selatan.

“Mesir sangat menegaskan perlunya penarikan penuh dan menyeluruh pasukan Israel dari Lebanon selatan, tanpa mengurangi sedikit pun kedaulatan dan wilayah Lebanon,” ujar Abdelatty kepada wartawan usai berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *