Gus Salam mengklaim ada kesamaan pandang dari para ulama-kiai sepuh NU yang merasakan ada sesuatu yang salam dari penyelenggaraan jamiyah NU.
“Ada mismanajemen yang fatal dan prinsipil dalam pelaksanaan. Ada pergeseran pelaksanaan norma dan landasan etis dalam mukadimah Qonun Asasi, khitah NU dan AD-ART, serta aturan teknis organisasi. Ada penurunan spirit, mentalitas dan moralitas dalam berjamaah dan berjamiyah yang ditampakkan oleh pimpinan dan pejabat PBNU,” kata dia.
Akar rumput NU
Gus Salam turut menyoroti adanya perpecahan di akar rumput NU mulai terbuka dan laten terjadi dari Sabang hingga Merauke, terutama di Pulau Jawa. Dalam perpecahan itu, lanjutnya, tersimpan hubungan yang tidak sehat, saling merendahkan, hingga saling menjatuhkan.
“Atas perspektif dan ungkapan perasaan beliau-beliau itu, memantapkan presidium untuk segera menggelar Muktamar Luar Biasa NU,” kata dia.








