Khofifah juga menyoroti potensi pertanian di Desa Miru yang dinilai unggul. Produktivitas sawah di wilayah tersebut mencapai 10 ton padi per hektare, jauh di atas rata-rata desa lain yang berkisar 7–8 ton. Selain itu, sistem pertanian organik mulai dikembangkan sebagai alternatif berkelanjutan.
“Dengan akses jalan yang baik, sektor jasa, perdagangan, dan pendidikan akan ikut terdorong. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal masa depan masyarakat,” tambahnya.
Gubernur juga mengimbau warga untuk turut menjaga kondisi jalan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Saya harap masyarakat tidak hanya memanfaatkan, tapi juga ikut merawat jalan ini,” pesannya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap pembangunan di wilayahnya. Ia menyebut proyek ini akan memberikan dampak berlipat bagi masyarakat, terutama dalam sektor ekonomi dan pertanian.
“Kami yakin jalan ini akan membawa efek domino yang luar biasa bagi pertumbuhan daerah,” ujar Yuhronur.
Kepala Desa Miru, Nahnul Irawan, turut menyampaikan rasa terima kasih atas rehabilitasi jalan yang sebelumnya rusak parah dan menghambat aktivitas warga.
“Jalan ini adalah urat nadi masyarakat kami. Perbaikannya sangat berarti untuk mobilisasi dari desa ke kota,” ungkap Nahnul.
Sementara itu, warga Desa Jugo, Nina, merasakan langsung manfaat jalan baru tersebut. Ia mengaku waktu tempuh ke sekolah kini jauh lebih singkat.
“Dulu bisa 15–20 menit, sekarang cukup 7 menit. Terima kasih Ibu Gubernur,” tuturnya penuh syukur.
Rehabilitasi jalan poros Miru–Jugo menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam membangun infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. [J2]








