Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan pertanian produktif.
“Jalan ini akan memperlancar mobilitas warga dan mendukung distribusi hasil pertanian. InsyaAllah, akses yang lebih baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Khofifah.
Ruas jalan yang direhabilitasi membentang sepanjang 3,235 kilometer dengan lebar 3,5 meter, melintasi empat desa: Miru, Latek, Manyar, dan Jugo. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 4,23 miliar dan dikerjakan selama 118 hari kalender, mulai 26 Juni hingga 21 Oktober 2025. Pekerjaan mencakup rehabilitasi setempat dan pelapisan ulang dua lapis aspal, di bawah koordinasi Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.








