GRECO Pastikan Belum Pernah Lakukan Pekerjaan Apapun terkait Indonesia

  • Whatsapp
GRECO membantah bahwa mereka pernah melakukan penyelidikan korupsi terkait kontrak pembelian pesawat Mirage 2000-5 bekas antara pemerintah Indonesia dan Qatar.

Namun GRECO menggarisbawahi “mandat GRECO adalah untuk memantau kepatuhan terhadap standar anti-korupsi di negara-negara anggotanya.” Anggota GRECO mencakup seluruh 46 negara anggota Dewan Eropa – termasuk 27 negara anggota Uni Eropa – juga Amerika dan Kazakshtan.

Juru bicara Direktorat Komunikasi Dewan Eropa GRECO, Jaime Murphy, menjawab email VOA, mengatakan, “GRECO mengevaluasi kerangka kerja hukum dan kelembagaan, kebijakan dan praktik-praktik untuk melawan korupsi, namun tidak pernah melakukan investigasi terhadap kasus-kasus tertentu karena hal tersebut tidak termasuk dalam mandatnya.”

Ia menegaskan “GRECO belum pernah melakukan pekerjaan apapun terkait Indonesia.”

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kemenhan Bantah Tudingan Suap

Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra dalam jumpa pers di kantornya, hari Senin (12/2) membantah berita miring tentang dugaan korupsi dalam pembelian pesawat tempur bekas Mirage 2000-5 dari Qatar. Ia menjelaskan bahwa rencana pembelian 12 pesawat tempur bekas itu sudah dibatalkan karena keterbatasan fiskal, sehingga informasi yang beredar tentang adanya korupsi dalam pengadaan alutsista itu merupakan informasi yang sesat.

“Kami sampaikan bahwa sampai detik ini tidak ada kontrak pengadaan alutsista antara Kementerian Pertahanan dengan PT Teknologi Militer Indonesia (TMI),” tegas Herindra.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *