Generasi Z dan Pengangguran Jadi Sasaran Baru Pelaku TPPO

  • Whatsapp
Puluhan WNI korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) diselamatkan Kepolisian Thailand dan KBRI Bangkok dari lokasi-lokasi perjudian di perbatasan Thailand-Myanmar (foto: ilustrasi).

Yang lebih menyedihkan, kata Gina, 95% korban adalah perempuan.

Dari 982 aduan dan 1.361 tersangka pelaku yang ditangkap, diketahui bahwa korban TPPO didominasi oleh mereka yang hanya mengenyam pendidikan hingga SD (33%), SMP (33%), SMA (11%), dan tidak menyelesaikan pendidikan (22%).

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Migrant Care: Pelaku Mulai Merambah ke Pendidikan Tinggi

Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan situasi minimnya lapangan kerja, terutama pasca perebakan luas Covid-19, telah dimanfaatkan oleh sindikat perdagangan orang untuk menjerat korban. Pelaku kini mulai merambah ke pendidikan tinggi yang sangat segera ingin bekerja dan mudah diiming-imingi.

Direktur Migrant Care, Wahyu Susilo (dok. pribadi)
Direktur Migrant Care, Wahyu Susilo (dok. pribadi)

“Kita koar-koar soal teknologi digital, Gen Z, dan lainnya. Data BPS melansir ada 9 juta Gen Z menganggur. Ini fakta soal bonus demografi yang justru menjadi ironi. Kalau selama ini korban TPPO itu miskin, dari pedesaan, pendidikan rendah; kini korban berasal dari perkotaan, secara ekonomi bukan miskin, educated, lulusan sarjana dari kampus, dan lainnya. Ini ironi!,” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *