Hingga kini, belum ada informasi adanya korban jiwa akibat gempa ini, namun dilaporkan ada satu orang terluka akibat tertimpa material bangunan. Gatot mengatakan, sudah terjadi 26 kali gempa susulan hingga sore pukul 16.00 WIB, yang disebabkan oleh sesar aktif yang ada di wilayah utara Jawa.
“Kejadian yang hingga saat ini masih ada susulan-susulan kecil ini, dapat kita informasikan ini merupakan adalah kejadian yang disebabkan oleh sesar aktif yang ada di wilayah kepulauan Jawa. Dan tadi diinformasikan oleh teman-teman BMKG tidak menimbulkan Tsunami,” imbuhnya.
Dari informasi yang dihimpun VOA, gempa membuat panik sejumlah warga, khususnya yang berada di bangunan bertingkat. Puluhan mahasiswa di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya sempat dievakuasi keluar dari gedung.
Ada pula sekolah dasar yang memgevskuasi para siswanya ke tengah lapangan sambil membunyikan sirene tanda peringatan. Sejumlah rumah, tempat perbelanjaan, dan rumah sakit juga melaporkan adanya kerusakan. Bahkan, pengurus Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya mengeluarkan pembatalan seluruh kegiatan peribadatan pada Jumat sore hingga Sabtu pagi, karena menemukan beberapa kerusakan pada banguan gereja.
“Gempa pertama itu, anjingku itu sebenarnya sudah kayak panik gitu, jadi mereka sembunyi di bawah sofa, kayak gonggong-gonggong gak jelas gitu loh kayak panik, itu gempa pertama, tetangga-tetangga pada keluar rumah. Gempa kedua jam empat (sore), beberapa menit sebelum gempa itu kejadian anjingku itu melolong-lolong, panik kemudian mereka sembunyi di bawah meja. Gempannya keras banget, aku melihat cerminku itu, cermin gantung itu goyang-goyang, lampu goyang-goyang juga, tadi itu banyak pot-pot terguling,” jelasnya.








