Gelombang Perceraian Hantam Lamongan: Awal 2026 Ratusan Rumah Tangga Runtuh

  • Whatsapp

Mazir menegaskan dua faktor klasik yang mendominasi perceraian:

  • Masalah Ekonomi: 118 kasus, meningkat dari 55 kasus di Januari menjadi 63 kasus di Februari.
  • Perselisihan Terus-Menerus: 117 kasus, dipicu pertengkaran yang tak kunjung selesai antar pasangan.

Selain itu, PA Lamongan juga mencatat sejumlah alasan lain yang memicu perceraian:

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Ditinggalkan salah satu pihak: 32 kasus
  • Perzinaan: 22 kasus
  • Perjudian: 17 kasus
  • Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT): 13 kasus

“Faktor ekonomi dan perselisihan yang terjadi secara terus-menerus masih mendominasi alasan diajukannya perceraian di wilayah kami,” ujar Mazir, Sabtu (28/3/2026).

Tingginya angka cerai gugat menunjukkan bahwa pihak istri semakin berani mengambil langkah hukum ketika stabilitas ekonomi maupun keharmonisan rumah tangga tidak lagi terpenuhi. Fenomena ini sekaligus mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat, di mana perempuan kini lebih aktif memperjuangkan haknya melalui jalur peradilan. [NH]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *