Gagas Generasi Berdampak dan Berdaya Saing, Sandiaga Uno Puji Kehadiran Buku ‘Hidup Berkah’

  • Whatsapp

JAKARTA | DN — Menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah karya literasi bertajuk “Hidup Berkah: Menjadi Manusia Bermanfaat bagi Masyarakat, Agama, dan Bangsa” resmi diluncurkan. Buku karya Muhammad Wahid, S.Pd.I., Gr., M.Pd. ini hadir sebagai kado istimewa kemerdekaan yang langsung menyedot perhatian dan apresiasi dari tokoh nasional.

Apresiasi mendalam disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020–2024, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. Dalam gagasannya yang bertajuk “Mewujudkan Generasi Berkah, Berdampak, dan Berdaya Saing”, Sandiaga menilai buku ini sangat relevan sebagai kompas moral sekaligus panduan aksi di tengah derasnya perubahan zaman.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sandiaga menegaskan bahwa Bangsa Indonesia saat ini tidak hanya membutuhkan generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Berkah bukan sekadar tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat kita hadirkan. Bukan hanya mengejar success, tetapi juga impact. Keberhasilan sejati adalah ketika ilmu, usaha, kepemimpinan, dan karya kita mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” papar Sandiaga.

Melalui pesan dalam buku tersebut, Sandiaga mengajak pemuda Indonesia untuk menginternalisasi prinsip 3B: Berkah dalam integritas, Berdampak dalam kontribusi, serta Berdaya Saing dalam kompetensi dan inovasi. Menurutnya, semangat ini penting untuk mengubah potensi diri menjadi peluang usaha yang berujung pada pembukaan lapangan kerja baru.

Dukungan terhadap pesan dalam buku ini juga menggema di tingkat akar rumput. Rian Pratama (28), seorang pegiat komunitas literasi pemuda di Jakarta, menilai kehadiran buku Hidup Berkah memberikan warna baru dalam memaknai kemerdekaan di era modern.

“Buku ini tidak sekadar menyajikan teori moral, tetapi memberikan dorongan praktis bagi kami para pemuda untuk bertindak nyata. Di momen HUT RI ke-81 ini, pesan Pak Wahid dan Pak Sandiaga menjadi pengingat bahwa kontribusi sekecil apa pun di lingkungan kita adalah bentuk perjuangan mengisi kemerdekaan yang sesungguhnya,” ujar Rian saat dimintai tanggapannya oleh MDN, Rabu (19/8/2026).

Hadirnya buku “Hidup Berkah” ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai bacaan reflektif, tetapi mampu menggerakkan gelombang inovasi sosial, kolaborasi, dan kontribusi nyata dari seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang lebih berdaya saing dan sejahtera. [*]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *