‘Food Diplomacy’, Mempromosikan Budaya Indonesia Lewat Kuliner

  • Whatsapp
Chef Ragil Imam Wibowo di Ubud Festival. (Foto: Dok Pribadi)

Menurut Ragil yang juga meraih Award of Excellence sebagai Asian Cusine Chef of the Year pada World Gourmet Summit 2018, usaha untuk menarik orang agar ingin datang, sebenarnya paling penting.

“Karena ketika orang sudah berbondong-bondong ke Indonesia, untuk mencoba makanan Indonesia, menurut saya itu adalah hal yang paling penting dari sebuah food diplomacy, bisa mengajak orang dari mencoba rasa makanan sampai datang ke negara tersebut,” ujar dia.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di Los Angeles, Linda Lim mulai aktif dalam food diplomacy sejak 2015. Berawal dari hobi dan kecintaannya pada Tanah Air dan masakan Indonesia, ia menjadi promotor kuliner.

Bersama William Wongso, Linda mengadakan berbagai acara yang mempromosikan masakan Indonesia seperti ‘pop-up dinner’ Flavors of Indonesia. Ia juga mengikuti berbagai pameran budaya untuk mempromosikan menu pilihannya: rendang. Kepada VOA, ia menuturkan alasan memilih rendang untuk merepresentasikan Indonesia.

Linda Lim mulai aktif dalam food diplomacy sejak tahun 2015. (Foto: Dok Pribadi)

“Karena rendang adalah makanan Indonesia yang paling popular, baik di Indonesia maupun untuk orang asing. Rendang itu pernah dipilih sebagai makanan Indonesia yang paling terkenal dan enak oleh CNN tahun 2011 dan 2017 sebagai 50 World Best Food,” kata Linda.

Linda menambahkan bahwa rendang memiliki karakteristik yang kompleks dengan rasa dari berbagai rempah yang tumbuh di tanah air kita.

“Jadi wanginya, kesedapanya, sehingga pas untuk mewakili Indonesia di Amerika maupun negara lain,” imbuhnya.

Ragil memilih strategi lain dalam food diplomacy. Ia menggali dan memperkenalkan menu-menu baru serta mengutamakan teknik memasak. Ia menilai orang-orang non-Indonesia lebih menerima makanan yang dibakar seperti seafood bakar ala Makassar atau Bali dan aneka sate.

Pilihannya yang lain adalah aneka sup dan menu-menu berkuah seperti soto ayam, sop buntut atau rawon konro. Jenis makanan ini, kata Ragil, tergolong comfort food sehingga dijamin dapat meraih hati orang yang mencicipinya. Namun, apabila harus mengutamakan satu menu, Chef Ragil berpendapat pilihan tersebut akan jatuh pada ayam goreng.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *