TUBAN | DN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tuban kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memajukan dunia pendidikan lokal. Sebanyak 2.000 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 12 kecamatan resmi menerima bantuan biaya pendidikan dengan total nilai mencapai Rp500 juta.
Seremoni penyerahan bantuan tersebut dilangsungkan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Kamis (24/9/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Tuban bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Tuban yang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan pelajar.
Ketua Baznas Kabupaten Tuban, Agus Suryanto, menjelaskan bahwa dana yang disalurkan bersumber murni dari optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Sepanjang tahun 2026, total pengumpulan ZIS Baznas Tuban tercatat berada di kisaran Rp7 hingga Rp8 miliar, yang berasal dari kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN), sektor industri, hingga masyarakat secara personal.
“Penyaluran dana ZIS ini kami alokasikan melalui lima pilar program utama, yaitu Tuban Peduli, Tuban Berdaya, Tuban Takwa, Tuban Sehat, dan Tuban Cerdas,” ujar Agus.
Ia merinci, dari total 2.000 penerima manfaat tersebut, bantuan mencakup 1.444 siswa tingkat SD dan 556 siswa tingkat SMP yang tersebar merata di 12 wilayah kecamatan. Melalui pilar Tuban Cerdas, pihaknya berharap beban finansial orang tua atau wali murid dapat terbantu, sekaligus menjadi pelecut semangat belajar anak-anak.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, R. Muhammad Dani Ramdani, menyambut positif serta mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan pihak Baznas. Menurutnya, uluran tangan dari dana ZIS ini tidak hanya bernilai materiil, tetapi juga membawa keberkahan serta dorongan moral yang kuat bagi para pelajar.
“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Baznas Tuban. Perhatian ini sangat berarti untuk memotivasi anak-anak agar semakin giat menuntut ilmu dan menggapai cita-cita,” kata Dani.
Lebih lanjut, Dani menegaskan bahwa Pemkab Tuban saat ini terus menggenjot berbagai program strategis guna menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Kolaborasi lintas sektoral, termasuk dengan Baznas Tuban, dinilai menjadi kunci utama dalam memperluas akses serta menjamin keberlanjutan pendidikan bagi seluruh anak di Bumi Ronggolawe.
“Program-program di Dinas Pendidikan akan terus disinkronkan dan dikolaborasikan bersama. Ini adalah ikhtiar kolektif agar seluruh anak di Kabupaten Tuban mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berdaya saing,” pungkasnya. [J2]








