Kajian Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur menunjukkan, peningkatan suhu mempercepat penguapan air tanah, memperpendek umur tanaman, serta menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Kondisi ini diperparah oleh anomali iklim ekstrem yang berpotensi merusak sumber daya lahan dan meningkatkan intensitas kekeringan.
Selain itu, perubahan pola curah hujan yang tak menentu membuat petani kesulitan menentukan waktu tanam. Berdasarkan prediksi, musim kemarau tahun ini berada pada kategori normal hingga bawah normal, dengan potensi kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Bojonegoro.
Ketersediaan air diperkirakan masih mencukupi hingga pertengahan tahun, namun pengelolaannya harus lebih presisi. DKPP mendorong optimalisasi pemanfaatan bendungan, embung, jaringan irigasi, dan pompanisasi agar distribusi air berjalan efisien dan bergiliran sesuai rekomendasi teknis.








