Dari informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat almarhum Bima yang berprofesi sebagai pencari belut dan kodok singgah di sebuah warung di desa Karyomukti yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Sejumlah warga yang berada diwarung menanyakan karung yang dibawa almarhum, karena terdengar suara itik atau anakan bebek.
Warga kemudian membawanya ke balai desa, dan sejumlah warga langsung menghakiminya.
Di balai desa, Almarhum membuat surat pernyataan didampingi oleh kepala desanya, dan akhirnya dibawa pulang ke rumah pada Minggu dini hari. [Trie/SIS]








