NGAWI | DN – Merebaknya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam dua minggu terakhir di Kabupaten Ngawi mendorong Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Ngawi untuk mengambil langkah cepat dengan membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan.
Dalam waktu singkat, tercatat sudah ada 125 laporan kasus PMK dari berbagai kecamatan, dengan 50 kasus kematian hewan ternak, terutama sapi. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, menyatakan bahwa pihaknya telah merespons cepat laporan dari camat dan kepala desa yang melaporkan ternak warga terjangkit PMK.
DPP Kabupaten Ngawi juga melakukan langkah preventif untuk mencegah penyebaran PMK dengan mengirimkan tim kesehatan hewan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan vaksinasi. Program vaksinasi PMK ini adalah bagian dari program nasional yang bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh hewan terhadap penyakit PMK. Hewan yang menjadi target vaksinasi meliputi sapi, kambing, domba, dan kerbau.








