Debat Cawapres, Muhaimin dan Mahfud Nilai ‘Food Estate’ Gagal

  • Whatsapp
Acara debat Cawapres yang merupakan debat ke-4 Pilpres 2024 yang dilaksanakan di Minggu di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Minggu malam (21/1).

Didit menjelaskan sebagian besar lahan yang digunakan untuk proyek food estate adalah lahan gambut, yang memiliki satu setengah kali lipat CO2 (karbon dioksida) dibanding lahan biasa.

“Ketika itu dibuka dia akan melepas satu setengah lebih besar emisi ke udara, dan itu yang kita hadapi sekarang. Jadi kita mengalami kerugian ekologis akibat pembukaan lahan tersebu. Dan kita juga mengalami kerugian di faktor lain,” tambahnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selain itu, tambahnya hasil singkong yang dihasilkan pada proyek tersebut berkualitas rendah.

Jika pemerintah ingin mendorong ketahanan pangan lanjut Didit dapat melakukan insentifikasi lahan pertanian yang ada di wilayah-wilayah yang sudah ada di Indonesia dan bukan malah membuka lahan baru.

Pasalnya banyak lahan-lahan produktif di Indonesia diambil alih oleh negara.Dia mencontohkan 226 lahan pertanian produktif milik warga yang ada di Batang, Jawa Tengah yang diambil alih untuk digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik energi kotor padahal lahan tersebut mampu menghasilkan 8 ton gabah dari setiap hektar tanahnya. Sementara PLTU itu sendiri kata Didit tidak diperlukan masyarakat.

Menurutnya sisa hutan yang ada di Indonesia dan dunia semakin kritis. Salah satu penyebabnya adalah pembukaan lahan untuk berbagai kepentingan. Kritisnya kondisi hutan ini ujar Didit akan memperparah dampak dari krisis iklim karena meningkatnya CO2 yang ada di atmosfer.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Erwin Aksa mengatakan food estate merupakan salah satu bagian untuk membangun ketahanan pangan.

Masyarakat harus memahami, kata Erwin, bahwa Indonesia baru saja bangkit dari pandemi, di mana selama dua tahun terakhir, pemikiran semua orang termasuk pemerintah adalah soal kesehatan.

Food Estate adalah salah satu proyek pangan yang dikerjakan Presiden Joko Widodo. Ketika itu, presiden mengatakan pemerintah perlu menyiapkan lumbung pangan untuk menghadapi krisis pangan akibat pandemi Covid-19. Proyek food estate dikerjakan lintas sektor dan kementerian termasuk Kementerian Pertahanan. Jokowi berdalih bahwa ketahanan pangan juga merupakan bagian dari pertahanan nasional.

Prabowo juga mencetuskan gagasan membuat sentra singkong di sejumlah daerah. Salah satu yang dipilih adalah kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Prabowo menjanjikan pusat produksi sekaligus industri singkong terpadu di wilayah itu. Singkong menjadi pilihan karena dianggap merupakan tanaman yang mudah ditanam sekaligus sumber pangan pokok alternatif beras. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *