Meskipun demikian, ia mengakui bahwa angka harapan hidup itu juga dipengaruhi oleh faktor layanan kesehatan hingga hiburan agar masyarakat merasa bahagia. Jika mereka mendapatkan layanan yang baik kata Ganjar, mereka akan senang dan hidupnya akan lebih panjang. Di sini peran penting Posyandu, dasawisma, kelurahan, RT dan RW.
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menjanjikan alokasi wajib anggaran kesehatan sebesar 5-10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai sebagai salah satu aspek penting dalam meningkatkan angka harapan hidup Indonesia.
Anies Soroti Kinerja Puskemas
Sementara capres nomor urut satu, Anies Baswedan, menyoroti kinerja puskemas yang saat ini masih menangani hal-hal yang bersifat kuratif, padahal idealnya menjalankan program promotif, preventif, dan kuratif secara seimbang. Persoalan kesehatan sedianya tidak saja ditangani oleh Kementerian Kesehatan, tetapi lintas sektor, tambah mantan Rektor Universitas Paramadina ini.
“Unsur pembangunan kesehatan ialah lintas sektoral supaya anggaran tidak hanya ada pada dinas kesehatan, akan tetapi pada semua bidang terkait dengan upaya preventif dan promotif,” kata Anies.
Prabowo Kritik Kurangnya Dokter
Calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, menilai salah satu masalah kesehatan yang membuat tingkat harapan hidup warga Indonesia menjadi salah satu yang terendah di ASEAN, adalah karena kurangnya dokter. Ia mencontohkan Atambua, yang seharusnya memiliki 16 dokter, tetapi kini hanya ada satu dokter yang berdinas. Indonesia kekurangan 140 ribu dokter, tegasnya. Ia juga menyoroti kurangnya alat kesehatan yang memadai.










