“Perjuangan Kartini belum selesai. Masih banyak perempuan yang menghadapi diskriminasi dan kekerasan, bahkan dari sesama perempuan,” tambahnya.
Aksi damai tersebut juga menyoroti fenomena perundungan antarperempuan yang dianggap menghambat solidaritas dan pemberdayaan. Para peserta menyerukan agar Hari Kartini menjadi momentum untuk membangun empati dan dukungan antarperempuan, bukan sekadar ajang seremonial.
“Ini adalah surat untuk seluruh perempuan Indonesia. Kamu mampu, jika kamu berpikir mampu,” tutup Yana dalam orasi penutupnya.








