TUBAN | DN – Transformasi komunikasi publik di lingkungan pemerintahan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tuban. Melalui BKPSDM Kabupaten Tuban, puluhan aparatur sipil negara (ASN) dibekali kemampuan digital melalui Pelatihan Government Branding dan Digital Public Relations.
Pelatihan bertema Membangun Visual Communication Content untuk Government Branding ini diikuti 52 peserta yang berasal dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Tuban. Kegiatan berlangsung di Gedung Assessment and Development Center Tuban.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Tuban, Agus Heru Purnomo, yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban. Dalam sambutan yang dibacakannya, disampaikan bahwa peran kehumasan pemerintah kini mengalami pergeseran signifikan seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Humas pemerintah tidak lagi hanya bertugas mendokumentasikan kegiatan dan menyampaikan informasi, tetapi juga dituntut mampu menjadi kreator konten yang menyajikan pesan publik secara menarik, informatif, dan mudah dipahami masyarakat luas.
Komunikasi publik yang efektif dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program pemerintah. Berbagai kebijakan, inovasi layanan, hingga capaian pembangunan perlu dikemas dengan strategi komunikasi yang tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Sejalan dengan arahan Aditya Halindra Faridzky, setiap OPD diharapkan lebih proaktif dalam menyampaikan informasi kegiatan dan program kerja. Publikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat citra positif pemerintah daerah.
“Setiap perangkat daerah memiliki program yang baik. Tantangannya adalah bagaimana mengemas dan menyampaikan informasi tersebut melalui berbagai platform digital secara menarik dan efektif,” demikian pesan Sekretaris Daerah yang disampaikan Agus Heru Purnomo.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi ASN di bidang komunikasi digital, pengelolaan media sosial instansi, penulisan berita, pembuatan konten visual, serta strategi membangun identitas dan branding pemerintah di ruang digital.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dari narasumber Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Tuban yang membahas komunikasi publik pemerintah, strategi publikasi digital, serta pengelolaan media sosial yang profesional. Materi juga menekankan pentingnya konsistensi pesan dan kualitas konten dalam membangun citra pemerintah.
Selanjutnya, pada hari kedua hingga hari keempat, peserta akan memperoleh pendampingan teknis dari Campus Digital Semarang. Materi praktik meliputi desain konten digital, optimalisasi platform media sosial, hingga penguatan identitas visual instansi pemerintah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta akan mengikuti sertifikasi uji kompetensi. Sertifikasi ini diharapkan mampu memastikan bahwa kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas kehumasan di masing-masing instansi.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap lahir ASN yang adaptif, kreatif, dan profesional dalam mengelola komunikasi publik, sehingga informasi pembangunan dan pelayanan publik dapat tersampaikan secara luas, cepat, dan berdampak positif bagi masyarakat. [J2]








