-
Pemerintahan Desa: Penguatan kapasitas aparatur serta digitalisasi sistem pelayanan publik agar lebih efisien.
-
Pembangunan Fisik: Kelanjutan program betonisasi jalan lingkungan, pembangunan sistem drainase, talud penahan longsor, rehabilitasi fasilitas umum seperti balai desa dan posyandu, serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya.
-
Pembinaan Kemasyarakatan: Optimalisasi peran Karang Taruna dan peningkatan ketertiban melalui pelatihan Linmas.
-
Pemberdayaan Masyarakat: Penggalakkan pelatihan UMKM untuk produk unggulan lokal, penguatan ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) dan kelompok tani, serta akselerasi penurunan angka stunting bersama kader PKK dan Posyandu.
Komitmen transparansi dan kedisiplinan waktu penyusunan dokumen ini turut menuai apresiasi dari pihak Kecamatan Bodeh. Sekretaris Kecamatan Bodeh, Edi Siswanto—mewakili Camat Harinto—menilai langkah Pemdes Kebandungan sudah berjalan pada jalur yang tepat dan selaras dengan target pembangunan regional.
“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Pemdes Kebandungan. Proses partisipatif yang transparan ini sangat penting agar dokumen RKPDes 2027 yang dihasilkan benar-benar akurat, realistis, dan menjadi landasan yang kuat dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) nanti,” ungkap Edi.
Sementara itu, Ketua BPD Kebandungan, Ahmad Fathurahman, memastikan lembaganya akan terus mengawal seluruh rangkaian program yang telah disepakati agar terealisasi secara maksimal di tengah masyarakat.
Rangkaian Musrenbangdes tersebut akhirnya ditutup secara resmi dengan penandatanganan Berita Acara oleh Kepala Desa, Ketua BPD, perwakilan masyarakat, serta unsur Kecamatan Bodeh sebagai simbol komitmen bersama membangun desa yang lebih maju. [SIS]








