Kedekatan itu membuat banyak jurnalis merasa kehilangan. Di balik sikap tegasnya, Faizal Amin dianggap sebagai sahabat bercerita, tempat bertanya, sekaligus sosok yang memahami pentingnya keterbukaan informasi bagi publik.
Tak hanya bagi wartawan, masyarakat pun merasakan hal serupa. Dari sawah hingga warkop, dari pegunungan hingga rumah warga, kehadiran Faizal Amin selalu memberi rasa aman. Ia dikenal tidak segan turun langsung menghadapi persoalan warga, seolah masalah masyarakat adalah masalah rumahnya sendiri.
Sejumlah prajurit juga mengakui kepemimpinannya yang tegas namun tidak meninggikan diri. Arahan yang jelas dan sikap rendah hati membuatnya dihormati sekaligus disayangi.
Meski perpindahan jabatan adalah hal biasa dalam struktur TNI, bagi warga Takalar kepergian Faizal Amin bukan sekadar rotasi. Ia meninggalkan kebiasaan baik, kedekatan, dan rasa persaudaraan yang sulit digantikan.








