China dan Indonesia Harus Pangkas Produksi Nikel Jika Ingin Katrol Harga
Consultancy Benchmark Mineral Intelligence memperkirakan diperlukan pengurangan lebih dari 250.000 ton untuk menyeimbangkan pasar nikel global tahun ini.
Sebagian besar kelebihan pasokan dan tingginya persediaan terjadi pada nikel pig iron (NPI), alternatif yang lebih murah dibandingkan nikel bermutu tinggi untuk produksi baja tahan karat, kata para analis. China dan Indonesia menyumbang 70 persen pasokan nikel global, yang sebagian besar merupakan NPI.
“Jika kita mencoret alokasi gangguan sebesar 3 persen atau 100.000 ton, sekitar 100.000 ton tambahan perlu dipangkas untuk menyeimbangkan pasar,” kata Jim Lennon, ahli strategi di Macquarie.
Lennon memperkirakan biaya produksi NPI masing-masing sebesar $10,000-$11,000 per ton dan $12,000 per ton di Indonesia dan China, yang berarti sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan.
Dengan biaya bahan baku, termasuk bijih nikel, listrik dan batu bara, yang mencapai 73 persen dari harga NPI, banyak pabrik NPI di China menjadi tidak menguntungkan, menurut analis Bank of America. [Red]#VOA








