Ketegangan memuncak ketika bupati tak kunjung keluar menemui demonstran. Sejumlah peserta aksi kemudian merusak pagar dan berusaha masuk ke gedung kantor bupati. Aparat keamanan yang berjaga di lokasi langsung menghalau massa untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Salah satu orator aksi, Nasrun, menyebut tindakan massa merupakan bentuk luapan emosi akibat kekecewaan terhadap pemerintah daerah. “Kenapa kami menerobos? Karena ini adalah kemarahan masyarakat yang merasa tidak didengar,” ujarnya di tengah kerumunan demonstran.








