Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sidoarjo memiliki lebih dari 200 ribu pelaku UMKM, menjadikannya sebagai fondasi utama roda ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Sidoarjo Hj. dr. Sriatun Subandi menekankan bahwa pengembangan batik bukan sekadar urusan estetika, tetapi juga merupakan ekspresi nilai budaya dan daya saing ekonomi.
“Gebyar Batik ini adalah momentum untuk terus menggali potensi kreatif sekaligus memperkenalkan narasi lokal Sidoarjo ke level nasional dan internasional,” ungkap Sriatun.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh desain dalam lomba harus merepresentasikan ciri khas Kabupaten Sidoarjo, mulai dari ikon udang dan bandeng, hingga elemen budaya seperti Candi Pari, klepon, dan kue lumpur.








