Bupati Ngawi Tegaskan Tiap Kecamatan Adakan Karnaval Budaya HUT RI

  • Whatsapp

Senada dikeluhkan oleh perwakilan dari kecamatan Jogorogo dan Sine, agar Karnaval sebagai sandang pangan rezekinya tidak ditutup oleh pemerintah kecamatan. “Sowan kami ini banyak didukung oleh seniman se Ngawi dengan pengharapan yang sama pak bupati, ” Kata Ristiana perias dari desa Dawung Jogorogo.

Setelah mendengar keluhan insan seni dan sedikit melakukan dialog, mas Ony seketika itu juga menelepon setda kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Tri Widiyanto, juga kadin pemberdayaan masyarakat dan desa ( DPMD), Kabul tunggul winarno, dan camat Kedunggalar Moh. Nur Arifin untuk segera menindaklanjuti keluhan pelaku UMKM seni tersebut dan tetap mengadakan pawai budaya adat karnaval.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kegiatan setahun sekali ini sangat penting dilakukan karena sebagai wujud memperingati hari kemerdekaan, yang dulu direbut oleh para pahlawan bangsa dengan jiwa, raga, bahkan nyawanya, nah sekarang kita tinggal memperingati saja masak keberatan, dengan karnaval akan tertanam nilai -nilai nasionalisme pada peserta yang kebanyakan anak – anak sekolah, menggerakan roda ekonomi yang begitu banyak dimasyarakat, dan bisa menghibur rakyat. Saya pikir masyarakat juga faham arti jerbasuki mowo beyo, dan pak camat untuk tidak takut mengadakan selama itu digunakan untuk kebaikan,” terang Bupati Ngawi panjang lebar.

Disisi lain, banyak masyarakat mendukung ketegasan bupati, seperti Ungkapan warga bernama Kirun, irwan, Jacky, Rony, dan beberapa warga lain yang siang itu ngopi diwarung belakang mall pelayanan publik ( MPP) dekat tugu Kartonyono Ngawi,

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *