Diterima langsung oleh mas Ony sapaan akrab orang nomer satu di bumi orek – orek, selama kurang lebih 1 jam di teras rumah. Bagus sajiwo perwakilan dari kecamatan Widodaren, mengeluhkan pembatalan sepihak oleh camat Widodaren yang sebelumnya sudah diumumkan Karnaval diadakan tanggal 19 Agustus,
“Kami minta pada bapak bupati selaku bapak kami, untuk memberi jalan, karena teman – teman ini jujur panenya ya sekali dalam setahun pas Karnaval 17 an, kami sudah menerima banyak pesanan dari perseorangan, instansi, maupun sekolah, bahkan kami sudah di DP, tau tau pak camat Bowo menghubungi kami bahwa Karnaval tidak jadi diadakan, kami jelas kalang kabut, apalagi sebagian pembuatan kostum sudah kami lakukan, tentu dengan mengeluarkan modal yang tidak sedikit. Kami kemaren sempat bersitegang rapat di kantor kecamatan, ” terang Bagus yang diamini teman – teman seprofesinya.
Endang Setyowati perwakilan dari kecamatan Kedunggalar juga mengadukan bahwa pada tahun ini kecamatan Kedunggalar juga tidak mengadakan Karnaval, hal tersebut diketahui ketika meminta informasi kepada camat Kedunggalar, dan dijawab tidak ada Karnaval,
“Kami memohon pak bupati untuk bisa adat tradisi budaya pawai budaya 17 an bisa tetap dilaksanakan, kami sudah terlanjur belanja bahan kostum dan siap berkarya, ” kata pengusaha rias , salon dan persewaan baju Kencana wungu Jatigembol tersebut di hadapan bupati.








