Pendapatan daerah diproyeksikan turun menjadi Rp3,228 triliun atau 0,66% lebih rendah dari sebelum perubahan. Sementara belanja daerah naik 1,75% menjadi Rp3,17 triliun. Selisih ini menyebabkan defisit anggaran Rp88,549 miliar, yang akan ditutupi dari SILPA 2024 dan penerimaan pembiayaan pinjaman daerah, sehingga pembiayaan tahun berjalan tetap seimbang.
“Kami percaya APBD hasil perubahan ini mampu menjawab tantangan lokal dengan pendekatan yang lebih responsif, efisien, dan berpihak pada masyarakat,” tandasnya.
Dengan pendekatan ini, Pemkab Lamongan berharap seluruh kebijakan pembangunan lebih inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan pelayanan publik. [J2]








