Tim SAR gabungan dikerahkan sejak hari pertama, dan pencarian diperluas pada hari kedua dengan apel koordinasi di Balai Desa Kreterangon, dipimpin Kapolsek Sambeng, IPTU Ridwan Hariyanto, S.M. Tim terdiri dari personel Polres Lamongan, TNI, Basarnas, Damkar, BPBD, Satpolairud, serta relawan dan warga sekitar.
Basarnas mengerahkan penyelam untuk menyisir area dalam, sementara BPBD memetakan jalur pencarian. Polisi dan TNI melakukan pengawasan di sepanjang aliran sungai hingga perbatasan Mojokerto.
Setelah jasad FN ditemukan mengapung sejauh 15 kilometer dari lokasi awal, proses evakuasi dilakukan dengan bantuan warga. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga yang menolak autopsi dan memilih pemakaman sesuai adat setempat.








