BNPB Antisipasi Kekeringan dan Karhutla di Indonesia

  • Whatsapp
Foto udara kebakaran hutan yang terjadi di dekat desa Bokor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau (foto: ilustrasi).

Edukasi juga perlu diberikan kepada masyarakat sehingga memungkinkan mereka mengambil langkah-langkah antisipasi, seperti perbaikan fasilitas perpipaan air bersih yang menghubungkan masyarakat dengan sumber air yang jauh, seperti yang dilakukan oleh warga desa Mbatapuhu, Sumba Timur ,yang menjadi dampingan Save the Children Indonesia.

Di sisi yang lain informasi peringatan dini bencana kekeringan berperan penting dalam upaya mitigasi kekeringan oleh pemerintah desa dan masyarakat.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Sehingga ketika ada informasi terkait dengan kekeringan atau ada suatu peringatan, mereka ini di level desa bisa mengetahui dan memahami informasinya sehingga menggunakan informasi ini untuk melakukan sebuah aksi mitigasi,” kata Dewi.

Musim Kemarau Mendominasi Hingga September 2024

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam prediksi yang disampaikan pada akhir Mei 2024 mengungkapkan kondisi kekeringan selama musim kemarau akan mendominasi wilayah Indonesia mulai Juni hingga September 2024. Upaya mitigasi kekeringan perlu dilakukan untuk daerah-daerah yang berpotensi mengalami curah hujan bulanan sangat rendah — di bawah 50 milimeter per bulan.

Selain itu pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yaitu kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *