Kekeringan di Indonesia juga telah dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.
“Meskipun masih ada potensi hidrometeorogi basah di tengah ke timur Indonesia tetapi untuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara ini sudah sangat serius, hari tanpa hujan sudah sangat lama, kekeringannya sudah cukup signifikan, kebakaran kawasan gunungnya sudah mulai terjadi, kebakaran kawasan pembuangan sampahnya sudah terjadi, jadi ini adalah alarm yang benar-benar harus kita waspadai bersama,” jelas Abdul Muhari.
Dampak Kekeringan pada Anak
Media and Brand Manager Save the Children Indonesia, Dewi Sri Sumanah mengatakan dari hasil kajian cepat yang dilakukan pihaknya pada 2023 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur , ditemukan dampak kekeringan saat musim kemarau memperburuk masalah kesehatan danpendidikan anak.
“Nah, kajian kami di Sumba Timur, juga seperti yang tadi saya sampaikan bahwa masyarakat ini harus melakukan perjalanan 1,5 sampai 3 kilometer ke mata air gitu ya. Dan ini selalu dilakukan setiap hari pukul 5 pagi dengan tidak ada penerangan dan kebanyakan anak-anak juga dilibatkan dalam proses pengambilan air,” kata Dewi Sri Sumanah, yang dihubungi VOA, Selasa (23/7) malam.
Situasi sulit tersebut meningkatkan stres dan juga tekanan emosional dalam keluarga hingga akhirnya ada yang berujung pada kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.
Menurutnya sangat penting bagi masyarakat yang terdampak kekeringan mendapat bantuan dari pemerintah yang sifatnya membangun ketahanan atau resiliensi.







