Selain angin, fenomena atmosfer global seperti Madden Julian Oscillation (MJO) yang kini berada di fase aktif turut memperkuat pertumbuhan awan hujan. Suhu muka laut yang lebih hangat dari normal juga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer, memperbesar potensi gelombang tinggi.
BMKG mencatat bahwa gelombang tertinggi berpotensi terjadi pada dini hari hingga pagi, antara pukul 02.00 hingga 08.00 WITA. Meski siang hari cenderung lebih tenang, gelombang tetap berada di atas normal, yakni 0,8 hingga 1 meter.
Dengan kondisi ini, BMKG Tarakan mengimbau nelayan, operator speedboat, dan masyarakat pesisir untuk menunda aktivitas laut dan rutin memantau pembaruan cuaca maritim.








