| DN – Presiden AS Joe Biden menegaskan akan tetap maju dalam pencalonannya kembali melawan mantan presiden Donald Trump, meski sebelumnya sempat kesulitan dalam sesi debat pertama antara keduanya.
Tim kampanye Biden menolak seruan agar kandidat mereka mundur setelah sempat mengalami kesulitan dalam debat pilpres pertama. Hal ini ditunjukkan dengan dana sebesar 50 juta dolar AS (sekitar 813 triliun rupiah) yang dikucurkan untuk membayar iklan di media pada bulan Juli, serta jadwal kampanye yang digencarkan pada pekan ini.
Pada hari Jumat (5/7) Biden mengatakan dalam giat kampanye di Wisconsin bahwa ia akan tetap mengikuti pilpres kali ini. Salah seorang pemilih, Sabrina Jordan, mengatakan bahwa Biden masih merupakan seorang kandidat yang layak.
“Dia harus konsisten. Harus itu, dan saya tidak akan mengatakan sebaliknya. Tetapi antara konsistensi dan penentangan, dia perlu beri tahu orang-orang, dan dia melakukannya hari ini, bahwa dia tidak akan ke mana-mana. Kecuali ada sesuatu yang berubah secara dramatis, dia adalah orang yang tepat untuk saya,” ujar Jordan.
Sementara pemilih lainnya, Jonathan Lustag, merasa tidak begitu yakin. “Dari fisiologi yang dia tunjukkan, dia bukan lagi orang yang sama. Anda tidak bisa kembali. Kita tidak bertambah muda. Anda tidak bisa mengalahkan usia tua,” sebut Lustag.








