LAMONGAN | DN – Jajaran Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Lamongan terus bergerak aktif memperkuat benteng literasi digital generasi muda. Kali ini, Polres Lamongan menggelar program edukasi dan pelatihan Artificial Intelligence (AI) memanfaatkan platform Senopati.id yang dipusatkan di SMKN 2 Lamongan.
Langkah invasif sekaligus edukatif ini dirancang untuk menjawab tantangan maraknya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di kalangan pelajar, agar tetap berada pada koridor hukum, etika, dan produktivitas.
Pelatihan yang diikuti oleh ratusan siswa beserta tenaga pendidik tersebut membedah berbagai materi krusial, mulai dari pengenalan dasar AI, teknik pemanfaatan platform Senopati.id untuk menunjang pembelajaran, hingga edukasi mendalam mengenai bahaya kejahatan siber serta perlindungan data pribadi.
Perwakilan Bag SDM Polres Lamongan menegaskan bahwa teknologi AI bagai pisau bermata dua. Jika tidak dibekali dengan pemahaman etika dan keamanan digital, keberadaan AI berisiko disalahgunakan untuk tindakan yang merugikan.
“Pesan utama kami jelas: bijak menggunakan AI, cerdas memanfaatkan teknologi, dan tetap menjaga keamanan digital. AI hanyalah alat, kunci utamanya tetap ada pada kontrol diri serta tanggung jawab penggunanya,” tegas perwakilan tim edukasi Polres Lamongan di lokasi kegiatan.
Kehadiran jajaran kepolisian di lingkungan sekolah ini mendapat apresiasi hangat dari warga sekolah dan masyarakat sekitar. Pemanfaatan AI yang makin tak terkontrol di lingkungan remaja sempat memicu kekhawatiran orang tua terkait privasi dan penyebaran informasi palsu.
Bagas (17), salah satu siswa kelas XI SMKN 2 Lamongan, mengaku kegiatan ini memberikan sudut pandang baru dalam berinteraksi dengan platform AI.
“Jujur, biasanya kami pakai AI cuma buat instan bantu ngerjain tugas tanpa mikir keamanan data atau etika hak cipta. Lewat edukasi dari Polres dan Senopati.id ini, kami jadi paham cara pakai AI yang aman, enggak asal sebar data pribadi, dan tahu batasan hukumnya,” ujar Bagas.
Melalui sinergi ini, Polres Lamongan berkomitmen untuk melanjutkan safari edukasi digital ke berbagai lembaga pendidikan lain di wilayah hukum Kabupaten Lamongan. Harapannya, ekosistem digital di kalangan pelajar dapat tumbuh semakin sehat, produktif, dan aman dari ancaman kejahatan siber. [J2]








