“Sapi bunting kami terseret arus Bengawan Solo yang meluap tengah malam. Kami tak berani mengejarnya karena derasnya arus malam itu,” ujar Siswanto kepada wartawan.
Camat Pitu, Peggy Yudho Subekti, S.STP, MH, menyampaikan bahwa luapan sungai Bengawan Solo telah memutus sejumlah akses jalan utama di Kecamatan Pitu, termasuk jalan yang menghubungkan Desa Cantel, Papungan, dan Desa Karanggeneng.
Ratusan warga korban banjir di Kecamatan Pitu kini telah dipindahkan ke tempat relokasi sementara di kantor balai Desa Cantel. Pihak Kecamatan Pitu bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi juga telah mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian.








