NGAWI | DN – Banjir akibat luapan air sungai Bengawan Solo kembali menerjang Kabupaten Ngawi. Ratusan rumah warga di berbagai wilayah terendam, dengan ketinggian air bervariasi antara 15 centimeter hingga lebih dari 1 meter di sepanjang pinggiran sungai Bengawan Solo yang melintasi kabupaten tersebut.
Salah satu daerah yang paling parah terkena dampak adalah Kecamatan Pitu. Selain merendam rumah-rumah warga, banjir juga mengakibatkan terputusnya akses jalan utama di wilayah Ngasinan, Desa Ngancar, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Siswanto, seorang peternak dari Desa Papungan Kecamatan Pitu, mengalami kerugian besar. Empat ekor sapinya terjebak dalam arus luapan sungai, tiga ekor berhasil diselamatkan, namun sayangnya seekor sapi betina yang tengah hamil hilang terseret arus. Kerugian yang dialami warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.








