Beasiswa TMMS, Santri Al Bahjah Siap Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

  • Whatsapp
Buya Yahya (tengah) saat berkunjung ke kantor PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) di Jakarta, didampingi jajaran manajemen perusahaan.

“Baginda Nabi bersabda bahwa orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah karena lebih banyak manfaatnya, termasuk dalam ekonomi. Maka, seorang Muslim sejati harus berpikir untuk maju dalam bisnis dan berdampingan dengan bisnis besar dunia. Selagi di dalam hatinya ada iman dan niat baik, semakin besar bisnisnya, semakin besar pula manfaatnya bagi umat,” ujar Buya Yahya.

Buya juga menekankan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility, CSR) seperti yang dilakukan TMMS harus menjadi contoh bagi perusahaan lain. Menurutnya, pembangunan masjid dan program pendidikan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga cara memperkuat ekosistem ekonomi berbasis Islam.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Buya yahya (kedua dari kiri) saat berkunjung ke kantor pt. tmms, disambut oleh presiden komisaris pt. tmms, wimba prambada (kedua dari kanan) dan ceo pt. tmms, herryan syahputra (paling kanan)
Buya Yahya (Kedua dari kiri) saat berkunjung ke kantor PT. TMMS, disambut oleh Presiden Komisaris PT. TMMS, Wimba Prambada (kedua dari kanan) dan CEO PT. TMMS, Herryan Syahputra (paling kanan).

“Apa artinya bisnis besar jika tidak bermanfaat bagi umat? Seharusnya semua perusahaan memiliki kontribusi sosial. Bahkan, cita-cita kita harus lebih besar, bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban CSR, tetapi menjadikan bisnis sebagai alat untuk membangun umat yang lebih kuat,” lanjut Buya Yahya.

Membangun Ekosistem Bisnis Syariah untuk Masa Depan
Program beasiswa yang merupakan kerja sama Pondok Pesantren Al Bahjah dan TMMS diharapkan dapat membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan berbasis keislaman. Para santri penerima beasiswa ini nantinya diharapkan dapat mengisi peran strategis, baik di bidang dakwah maupun dalam ekosistem ekonomi syariah.

Kolaborasi ini juga diharapkan membuka peluang bagi dunia usaha untuk lebih aktif dalam mencetak generasi Muslim yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kapasitas dalam mengelola bisnis syariah dan ekonomi berbasis komunitas. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *