Banjir Rendam Sebagian Besar Jawa Tengah, Pemerintah Galakkan Modifikasi Cuaca

  • Whatsapp
Foto dari udara yang menunjukkan area terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 15 Maret 2024. (Foto: Courtesy of BPBD Kabupaten Grobogan)

Demak yang dikenal sebagai “Kota Wali” juga terendam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi menyelimuti kota itu sepanjang minggu lalu. Sedikitnya 43.298 warga terdampak dan 499 lainnya terpaksa diungsikan setelah ketinggian air mencapai 100 sentimeter. Kecamatan Mranggen yang sebelumnya aman dari banjir, kali ini ikut terendam karena jebolnya tanggul Sungai Dombo di desa Menur.

“Banjir kiriman” yang datang dari hulu Sungai Lusi di wilayah timur dan air dari sungai-sungai yang berhulu di Pegunungan Kendeng Utara juga merendam wilayah kabupaten Grobogan. Sejumlah ruas jalan protokol nyaris tak berfungsi dan mengganggu aktivitas warga. Sedikitnya 48 desa di 12 kecamatan terdampak oleh banjir tersebut.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di sisi lain, banjir dengan ketinggian antara 10 hingga 60 sentimeter juga merendam 16 desa di lima wilayah kecamatan di Kabupaten Kudus, termasuk 1.500 hektare sawah dan lebih dari 150 unit rumah. Sekitar 13.102 jiwa terdampak banjir akibat hujan intensitas sangat tinggi ini.

Warga di Demak, Jawa Tengah, dievakuasi akibat banjir yang menerjang wilayah tersebut pada 14 Maret 2024. (Foto: Courtesy of BPBD Kota Demak)
Warga di Demak, Jawa Tengah, dievakuasi akibat banjir yang menerjang wilayah tersebut pada 14 Maret 2024. (Foto: Courtesy of BPBD Kota Demak)

Cuaca ekstrem di Jawa Tengah juga berdampak pada kabupaten Pati dan Jepara di mana banjir hingga setinggi 80 sentimeter melanda wilayah tersebut. Sebanyak 2.383 kepala keluarga di 26 desa terdampak, sementara 639 hektare lahan pertanian tak lagi bisa dikelola. Selain akibat hujan intensitas tinggi, banjir di Pati ditengarai berasal dari lereng Gunung Kendeng yang tidak pernah mengalami bencana seperti ini sebelumnya.

Di Jepara sendiri, banjir dengan cepat merendam wilayah kabupaten tersebut, tetapi dengan cepat pula surut. Sebagian warga sudah mulai membersihkan rumah dari puing-puing dan lumpur pada hari Minggu (17/3). Sementara sebagian warga lainnya menambal tanggul yang jebol dengan kantong-kantong pasir dan bahan lain.