Dalam laporan yang sama, Banggar menyampaikan bahwa realisasi pembiayaan daerah mencapai Rp3,787 triliun, menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp4,706 triliun, atau 11,98% dari dana tersedia.
Meski menciptakan ruang fiskal, Banggar mengingatkan bahwa SILPA yang tinggi juga bisa mengindikasikan ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran. Oleh karena itu, Banggar merekomendasikan agar Pemprov menggunakan SILPA untuk program beasiswa bagi masyarakat miskin, peningkatan layanan kesehatan dasar, serta percepatan pembangunan infrastruktur transportasi dan ekonomi kerakyatan.
“Pemanfaatan SILPA harus diarahkan kepada program pro-rakyat yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” pungkas Jairi.
Dengan berbagai rekomendasi yang diberikan, Banggar DPRD Jatim berharap agar Pemprov terus meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Jawa Timur. [Nat/Red]








