VOA menanyakan kepada Dewan Keamanan Nasional apakah Presiden Joe Biden sudah diberitahu mengenai ledakan di Iran. Juru bicara dewan Sean Savett tidak menanggapi secara langsung, tapi mengetahui adanya serangan.
“Kami memahami bahwa Israel melakukan serangan terarah terhadap target militer di Iran sebagai latihan membela diri dan sebagai tanggapan atas serangan rudal balistik Iran terhadap Israel pada 1 Oktober,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Sean Savett.
Seroang pejabat pertahanan Amerika mengatakan kepada VOA bahwa “kami diberitahu sebelumnya” mengenai serangan itu, “tetapi kami tidak terlibat.”
Seluruh pasukan tambahan Amerika yang dikerahkan Pentagon ke Timur Tengah pada awal bulan ini telah tiba di wilayah tersebut sebelum serangan Israel terhadap Iran, kata pejabat pertahanan Amerika lainnya kepada VOA.
Sebelumnya pada Jumat (25/10), Komando Pusat AS, yang mengawasi pasukan AS di Timur Tengah, mengumumkan kedatangan jet tempur F-16 tambahan dari Jerman.
Setelah serangan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan para pemimpin Iran telah melakukan “kesalahan besar” dan memperingatkan bahwa mereka akan “membayarnya”.
Berupaya Cegah Perang
Washington berupaya mencegah konflik semakin meluas. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan pada Rabu (23/10) bahwa pembalasan Israel seharusnya tidak menyebabkan eskalasi yang lebih besar, menurut Reuters.
Televisi pemerintah Suriah mengatakan ledakan juga terdengar di pedesaan Damaskus dan wilayah tengah.
Menteri Pertahanan Israel menyatakan minggu ini bahwa musuh akan “membayar harga yang mahal” karena berusaha untuk melukai Israel.
Dalam beberapa minggu terakhir, Israel meningkatkan serangannya terhadap militan Hamas di Gaza dan sekutunya yang didukung Iran, Hizbullah, di Lebanon. Perang tersebut dipicu setahun yang lalu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di wilayah selatan Israel. [Red]#VOA
Jeff Seldin dari VOA, Patsy Widakuswara dan Carla Babb berkontribusi pada laporan ini. Sebagian informasi disediakan oleh Reuters.










