Menurut Farid Amrullah, S.P., Penyuluh Wilayah Binaan setempat, kegiatan ubinan ini rutin dilakukan di Desa Kebaron setiap kali musim panen padi tiba. “Dengan kegiatan ubinan ini, para petani bisa mengetahui perkiraan hasil dari tanaman padinya. Walaupun kegiatan ini hanya sekedar menghitung, namun secara sosial hal ini bisa berdampak pada kesadaran petani untuk meningkatkan hasil tanamannya,” ujarnya.
Senada dengan Farid, Nurul Anna Yanti, S.Pt., Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Tulangan, menyatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan tidak hanya di Desa Kebaron, tetapi di seluruh desa se-Kecamatan Tulangan. “Kegiatan ini bisa menjadi sarana bagi Penyuluh Pertanian dalam membuka wawasan pola pikir tentang teknologi pertanian. Metode ubinan juga menerapkan teknik-teknik yang membutuhkan pembelajaran terlebih dahulu. Selain itu, ubinan juga bisa menjadi tolak ukur keberhasilan dalam usaha pertanian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dilakukan evaluasi bersama untuk perbaikan usaha tani yang akan datang,” paparnya.








