Awali Lawatan ke Asia, Paus Terbang ke Indonesia

  • Whatsapp
Paus Fransiskus melambaikan tangan ke arah hadirin yang datang ke Basilika Santo Petrus di Vatikan, pada 28 Agustus 2024. (Foto: AP/Andrew Medichini)

Warisan lain yang akan dihadapi Paus Fransiskus adalah skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pastur antara lain oleh pahlawan kemerdekaan yang dihormati dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Uskup Carlos Felipe Ximenes Belo, yang secara diam-diam telah dijatuhi sanksi oleh Vatikan pada tahun 2020 karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki.

Belum ada laporan apakah Paus Fransiskus akan merujuk pada Belo, yang masih dihormati di Timor Leste tetapi dilarang oleh Vatikan untuk kembali bertugas.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Singapura

Paus Fransiskus telah menggunakan beberapa perjalanan luar negerinya untuk mengirim pesan ke China, baik itu berupa telegram ucapan langsung ketika ia terbang melalui wilayah udara China atau secara tidak langsung menunjukkan rasa hormat, persahabatan, dan persaudaraan kepada orang-orang China ketika berada di dekatnya.

Kunjungan Paus Fransiskus ke Singapura, di mana tiga perempat penduduknya adalah etnis Tionghoa dan bahasa Mandarin menjadi bahasa resmi, akan kembali memberinya kesempatan untuk menjangkau China. Hal tersebut sejalan dengan upaya Vatikan untuk meningkatkan hubungan demi sekitar 12 juta umat Katolik di China.

“Orang-orang yang berimanlah, yang telah melalui banyak hal dan tetap setia,” kata Paus Fransiskus kepada ordo Yesuitnya di provinsi China dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Kunjungan kali ini dihelat dilakukan sebulan sebelum Vatikan memperbarui perjanjian penting tahun 2018 yang mengatur pencalonan uskup.

Dengan melawat ke Singapura, negara dengan kekuatan ekonomi regional yang memiliki hubungan baik dengan China dan Amerika Serikat, Paus Fransiskus juga masuk ke dalam ranah sengketa maritim yang berlarut-larut karena China semakin tegas dengan kehadirannya di Laut China Selatan. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *