Awali Lawatan ke Asia, Paus Terbang ke Indonesia

  • Whatsapp
Paus Fransiskus melambaikan tangan ke arah hadirin yang datang ke Basilika Santo Petrus di Vatikan, pada 28 Agustus 2024. (Foto: AP/Andrew Medichini)

Papua Nugini

Paus Fransiskus terpilih sebagai paus pada tahun 2013, sebagian besar karena pidato yang disampaikannya kepada rekan-rekan kardinalnya, yang mengatakan bahwa Gereja Katolik sedianya pergi ke “daerah pinggiran” untuk menjangkau mereka yang paling membutuhkan penghiburan dari Tuhan. Ketika Paus Fransiskus melakukan perjalanan jauh ke dalam hutan Papua Nugini pada pertengahan minggu ini, ia akan memenuhi salah satu perintah yang ia tetapkan untuk paus masa depan pada malam pemilihannya di bulan Maret 2013.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hanya sedikit tempat yang terpencil dan dilanda kemiskinan seperti Vanimo, sebuah kota pesisir utara di pulau utama New Guinea. Di sana Paus Fransiskus akan bertemu dengan para misionaris dari negara asalnya, Argentina, yang berupaya membawa agama Kristen ke sebagian besar masyarakat suku yang masih mempraktikkan tradisi pagan di samping iman Katolik.

Timor Leste

Ketika Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Timor Leste pada 1989, ia berusaha menghibur penduduk yang mayoritas beragama Katolik yang menderita akibat pendudukan selama 15 tahun.

“Selama bertahun-tahun, Anda telah mengalami kehancuran dan kematian akibat konflik; Anda sudah tahu apa artinya menjadi korban kebencian dan perjuangan,” kata Paus Yohanes Paulus II kepada umat beriman dalam sebuah misa di tepi pantai.

Timor Leste menjadi negara merdeka pada tahun 2002, namun masih menanggung trauma dan luka akibat pendudukan yang menyebabkan 200.000 orang tewas – atau hampir seperempat jumlah penduduk negara tersebut.

Uskup Agung Timor Leste dan peraih hadiah Nobel, Carlos Ximenes Belo, memimpin doa dalam acara penghormatan terhadap tokoh PBB untuk masa transisi di Timor Leste, Sergio Vieira De Mello, di Dili, pada 23 Agustus 2003. (Foto: AP/Firdia Lisnawati)
Uskup Agung Timor Leste dan peraih hadiah Nobel, Carlos Ximenes Belo, memimpin doa dalam acara penghormatan terhadap tokoh PBB untuk masa transisi di Timor Leste, Sergio Vieira De Mello, di Dili, pada 23 Agustus 2003. (Foto: AP/Firdia Lisnawati)

Paus Fransiskus benar-benar akan mengikuti jejak Yohanes Paulus ketika ia merayakan Misa di Tasi-Toli, dekat Dili, lapangan terbuka tepi pantai yang sama dengan tempat liturgi digelar pada 1989, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai momen penting dalam gerakan kemerdekaan Timor.