Sebelumnya, warga sempat melakukan penyisiran mandiri untuk mencari asal asap yang berbau menyengat. Hasil penelusuran mereka mengarah pada aktivitas PT Liku Telaga, perusahaan kimia yang memproduksi asam sulfat, aluminium sulfat, dan sodium silicate. Dugaan ini semakin memperkuat desakan agar pemerintah segera bertindak.
Warga mengaku asap putih pekat yang muncul sekitar pukul 02.00 WIB telah menimbulkan gangguan pernapasan, batuk, serta membatasi jarak pandang di jalan desa. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi yang paling terdampak. Mereka berharap langkah cepat DPRD dan DLH dapat mengakhiri masalah ini sehingga lingkungan kembali aman dan sehat. [AT]








