AS Pimpin Usaha Diplomatik Cegah Israel Serang Beirut

  • Whatsapp
Asap mengepul dari lokasi yang menjadi sasaran militer Israel di desa perbatasan selatan Lebanon, Kafr Kila, pada 29 Juli 2024. (Foto: AFP)

Seorang pejabat Iran mengungkapkan bahwa AS telah menyampaikan pesan kepada Teheran setidaknya tiga kali sejak serangan di Dataran Tinggi Golan pada Sabtu (27/7), “memperingatkan bahwa meningkatkan ketegangan akan merugikan semua pihak.”

Para pelayat mengusung peti jenazah Guevara Ibrahim, seorang anak berusia 11 tahun yang tewas dalam serangan yang diduga berasal dari Lebanon dua hari sebelumnya, saat pemakaman di kota Druze, Majdal Shams, di Golan yang dianeksasi Israel, 29 Juli 2024. (Foto: AFP)
Para pelayat mengusung peti jenazah Guevara Ibrahim, seorang anak berusia 11 tahun yang tewas dalam serangan yang diduga berasal dari Lebanon dua hari sebelumnya, saat pemakaman di kota Druze, Majdal Shams, di Golan yang dianeksasi Israel, 29 Juli 2024. (Foto: AFP)

Hizbullah merupakan kekuatan utama dalam jaringan “Poros Perlawanan” Iran, yang juga mencakup kelompok proksi regional dan beraliansi dengan Hamas. Sejak perang Gaza dimulai pada Oktober lalu, Hizbullah dan militer Israel terlibat dalam bentrokan di perbatasan selatan Lebanon.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selama perang 2006, yang merupakan konflik besar terakhir antara Israel dan Hizbullah, pasukan Israel membombardir pinggiran selatan Beirut, menghancurkan gedung-gedung Hizbullah, gedung tempat tinggal, dan bandara Beirut, serta merusak infrastruktur di seluruh Lebanon.

Seorang diplomat Prancis mengatakan kepada Reuters bahwa sejak serangan Golan, Paris juga mengimbau Israel dan Hizbullah untuk meredakan situasi.

Prancis memiliki hubungan historis dengan Lebanon, yang berada di bawah mandat Prancis dari 1920 hingga merdeka pada 1943. Sejak saat itu, Paris terus menjaga hubungan dekat dan saat ini terdapat 20.000 warga Prancis yang tinggal di Lebanon, bahkan banyak di antaranya memiliki kewarganegaraan ganda. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *