“Jika mereka menghindari serangan terhadap warga sipil serta Beirut dan sekitarnya, maka tindakan mereka masih bisa dianggap terkendali,” ujarnya.
Pejabat Israel mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk melukai Hizbullah tanpa terlibat dalam perang besar. Namun, diplomat dari Timur Tengah dan Eropa mengatakan bahwa Israel belum berjanji untuk tidak menyerang Beirut, daerah pinggiran, atau infrastruktur sipil.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan tidak akan memberikan komentar mengenai percakapan diplomatik tersebut, meskipun mereka sedang berusaha mencari “solusi jangka panjang” untuk mengakhiri semua serangan lintas batas.
“Dukungan kami untuk keamanan Israel tetap kuat dan tidak tergoyahkan terhadap semua ancaman yang didukung Iran, termasuk Hizbullah,” ujar seorang juru bicara kepada Reuters.
“Kami telah melakukan percakapan sepanjang akhir pekan, dan kami telah melakukan itu di berbagai tingkat,” tambahnya. “Namun, saya tidak akan mengungkapkan rincian dari percakapan tersebut,” ujarnya.
Kantor Perdana Menteri Israel tidak menanggapi permintaan komentar, sementara Hizbullah menolak berkomentar.
Lima orang yang mengetahui upaya diplomatik dalam dua hari terakhir itu, menyatakan upaya tersebut bertujuan mencapai pendekatan yang terukur, mirip dengan situasi yang terjadi ketika Israel dan Iran saling serang pada April. Situasi tersebut dipicu oleh serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus.








