AS: Negosiasi Hadapi Pasang Surut Jelang Rencana Serangan Penuh Israel di Rafah

  • Whatsapp
Para pengungsi Palestina tiba di Deir al Balah, Gaza tengah setelah melarikan diri dari kota Rafah di Gaza selatan untuk menghindari serangan skala penuh Israel terhadap Rafah.

Kepada VOA, Sullivan mengakui ada keretakan baru dalam proses negosiasi tersebut. Mesir, yang memimpin perundingan, baru-baru ini mendukung gugatan Afrika Selatan terhadap Israel atas tuduhan genosida di Mahkamah Internasional.

“Saya tidak yakin (dukungan Mesir atas gugatan Afrika Selatan) membantu mempermudah pembahasan soal upaya menyelesaikan masalah bantuan kemanusiaan dan akses antara Mesir dan Israel. Namun, saya yakin bahwa Mesir, Israel, Amerika Serikat, PBB, kita semua mencoba bekerja sama untuk mencari jalan keluar,” jelas Sullivan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Para pengamat menilai pesan Washington juga tidak jelas, terutama mengenai rencana Israel untuk melancarkan “operasi militer besar-besaran” di kota Rafah, Gaza selatan. Sullivan pada Senin (13/5) menyampaikan bahwa Israel sejauh ini hanya melancarkan serangan-serangan bertarget di sana.

“Ada sinyal-sinyal yang tidak jelas dari pemerintah (AS). Terkadang mereka tampak seperti menentang apa pun di Rafah, tetapi terkadang, ‘Tidak, kami tidak menentangnya. Kami hanya belum memiliki rencana yang tepat.’ Jadi, saya pikir hal ini perlu diklarifikasi,” ujar David Makovsky, peneliti Ziegler dari Washington Institute dan direktur Koret Project yang terkait hubungan Arab-Israel.

Di tengah upaya Washington untuk mencoba menyusun rencana yang jelas, pemerintah Israel menghadapi tekanan dari rakyatnya yang menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperburuk aksi kekerasan di Palestina.

“Saya hanya ingin menegaskan kepada Perdana Menteri Netanyahu tentang tanggung jawabnya atas apa yang terjadi di sini pada tanggal 7 Oktober,” kata Nir Galon, seorang pengusaha yang berbasis di Tel Aviv.

Sementara para pejabat pemerintah mencoba merundingkan perdamaian, serangan Israel ke Gaza terus berlanjut. [Red]#VOA