AS, Inggris Berlakukan Sanksi Baru terhadap Iran dan Militan Houthi

  • Whatsapp
Seorang pendukung kelompok militan Houthi memegang peluncur roket dalam parade yang berlangsung di Sanaa, Yaman, pada 7 Februari 2024. (Foto: Reuters/Khaled Abdullah)

Serangan udara AS dan Inggris terhadap situs rudal Houthi gagal menghentikan serangan-serangan tersebut.

Pejabat Departemen Keuangan AS Brian Nelson mengatakan sanksi tersebut menggarisbawahi “tekad kami” untuk memblokir pendanaan bagi Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran dan Houthi “untuk menghindari sanksi AS dan mendanai serangan lebih lanjut di wilayah tersebut.”

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Ketika Houthi terus-menerus mengancam keamanan perdagangan internasional yang damai, Amerika Serikat dan Inggris akan terus mengganggu aliran pendanaan yang memungkinkan terjadinya kegiatan-kegiatan yang mengganggu stabilitas ini,” kata Nelson.

Sanksi tersebut secara khusus menarget Mohammad Reza Falahzadeh, wakil komandan Pasukan Quds IRGC saat ini, dan anggota kelompok militan Houthi Ibrahim al-Nashiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *